Bersemangat Dalam Dakwah

Saudara pembaca kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, sungguh kenikmatan menjadi seorang muslim yang merealisasikan keimanannya kepada Allah ta’ala adalah sebuah kenikmatan besar, kenikmatan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Kenikmatan menjadi seorang hamba yang sesungguhnya, seorang hamba yang hanya beribadah kepada Allah semata, seorang hamba yang benar-benar meyakini kalau ia akan menemui suatu hari yang tidak akan berguna harta benda dan segala kekayaan yang ia miliki kecuali amalannya yang saleh, kenikmatan menjadi seorang hamba yang merasakan manisnya iman, indahnya menjadi seorang muslim yang hakiki, seorang muslim yang dengan tegas mengatakan, “Aku adalah seorang muslim.”

Saudara pembaca yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, sungguh kita sangat butuh bekal yang banyak untuk menempuh perjalanan panjang di akhirat nanti, dan sebaik-baik bekal adalah amalan saleh yang kita lakukan. Amalan yang menjadi sebab Allah menjadikan kita sebagai hambanya yang beruntung. Kemudian pertanyaannya, apa bekal terbaik yang bisa kita siapkan untuk menghadapi hari tersebut? Maka di antara jawabnya bekal dakwah ilallah.

Read more »

Hukum Mencocok-cocokkan Waktu Kejadian Gempa dengan Ayat Al-Qur’an

Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh,

Dengan adanya berbagai kejadian bencana gempa di negeri kita tercinta ini, kami kira sudah saatnya bagi kita untuk merenung dengan perenungan yang dalam. Sudah saatnya kita muhasabah…

Dalam hal ini tidak ada JUDGE, apalagi jika Anda katakan dengan memanfaatkan ayat-ayat Al-Quran. Jika Anda cermati ayat-ayat dan hadits yang berkenaan dengan bencana, Anda akan dapatkan banyak peringatan di dalamnya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ0أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ0أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ0أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ0

“Dan jika sekiranya penduduk berbagai negeri mau beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada Mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi Mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) maka Kami menyiksa Mereka dengan apa yang Mereka usahakan. Maka apakah penduduk berbagai negeri merasa aman dari kedatangan siksaan Kami di malam hari di waktu Mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk berbagai negeri merasa aman dari kedatangan siksaan Kami pada waktu dhuha ketika Mereka sedang bermain-main? Atau apakah penduduk berbagai negeri merasa aman dari ancaman azab Allah (yang tanpa diduga-duga) ? Tidaklah yang merasa aman dari ancaman azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raaf: 96-99)

Read more »

Pandangan MUI Jakarta Utara Tentang Salaf atau Salafi

Sebagian kaum muslimin merasa phobi dengan istilah salaf atau salafi, sebagian mereka mengatakan kalau istilah adalah sesuatu yang diada-adakan dan orang-orang yang menyandarkan dirinya dengan istilah ini adalah orang-orang yang sesat…

Benarkah pandangan tersebut?

Tentunya pandangan tersebut tidak benar, justru salafi adalah istilah bagi orang-orang yang ingin kembali kepada ajaran islam yang murni, berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah atas pemahaman yang benar dari para pendahulu kita yang shalih.

Bahkan MUI pun sudah membenarkan hal tersebut, silakan download fatwa berikut ini:

Pandangan MUI Jakarta Tentang Salafi

Wahai Kaum Muslimin Sadarlah!

Diantara sebab yang paling besar yang merasuk jiwa kaum muslimin adalah ketidakpedulian mereka terhadap ilmu syar’i. Mereka merasa cukup dengan apa yang mereka miliki padahal jikalau mereka mau mengerti tentang kebodohan yang ada pada diri mereka maka tentunya mereka akan menjerit dengan sekeras-kerasnya.

Allah ta’ala berfirman dalam rangka memuji orang-orang yang berilmu:

{ يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ }

“Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu diantara kalian dengan beberapa derajat  dan Allah maha mengetahui terhadap apa-apa yang kalian lakukan“ (QS. al-Mujadilah: 11)

Rasulullah bersabda dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim :

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

“Barangsiapa yang Allah Kehendaki kebaikan pada dirinya maka ia akan dipahamkan dalam Agamanya”.

Read more »

Cara Memulai Bisnis Sendiri

Berikut ini ana menermukan artikel yang menarik bagi ikhwah sekalian yang ingin memulai bisnis sendiri:
Silakan di simak,

Fadil Basymeleh (PT Zahir Internasional)
Berikut adalah saran dari saya bagi yang ingin menjadi pengusaha muslim dan memulai usaha sendiri :

1. Bangun Motivasi dan Bulatkan Tekad!

Menjadi pengusaha memerlukan tekad yang kuat untuk mengadapi berbagai kesulitan selama mengembangkan usaha, diperlukan tenaga extra dan persistensi yang tinggi untuk menembus semak belukar dunia usaha yang gelap dan tajam. Tekad kuat hanya dapat terbentuk jika Anda sudah membangun motivasi dan cita-cita yang besar atau karena keinginan untuk keluar tekanan keadaan yang sulit dan memaksa.

2. Perkuat Tawakkal Kepada Allah ta’ala!

Setelah tekad sudah bulat maka bertawakallah kepada Allah Subhaanahu Wata’aala dengan sebaik-baik tawakkal. Dengan bertawakkal, pikiran menjadi tenang saat bekerja, tidak khawatir akan hal-hal yang belum terjadi, secara penuh pasrahkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah ta’ala.

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali ‘Imran : 159)

Rezeki merupakan urusan Allah ta’ala, kita hanya diperintahakan untuk berusaha dan berdo’a.

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al ‘Ankabuut : 60)

Read more »

Sikap Terhadap Gerakan Hamas

Berikut ini adalah kutipan pertanyaan yang di tujukan kepada Ustadz Arifin Bin Badri ketika beliau mengisi kajian “Ada Apa Antara Yahudi Dan Kaum Muslimin” menyikapi serangan zionis yahudi terhadap Palestina. Kajian ini diadakan pada tanggal 18 Januari 2008 di Mushola Teknik UGM, Yogyakarta.

Ketika sesi tanya jawab, diantara pertanyaan yang masuk adalah pertanyaan tentang hamas, “bagaimana Aqidah dan Manhaj HAMAS?”, maka beliau menjawab dengan jawaban yang lantang, berikut jawaban beliau:

Bagaimana Aqidah Dan Manhaj Hamas

Keutamaan Bahasa Arab

Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah ta’ala:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”

Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).

Read more »

KEPUTUSAN FATWA MUI

KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Nomor 2 Tahun 2004
Tentang
PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH

Majelis Ulama Indonesia,

MENIMBANG:

  • (a) bahwa umat Islam Indonesia dalam melaksanakan puasa Ramadan, salat Idul Fitr dan Idul Adha, serta ibadah-ibadah lain yang terkait dengan ketiga bulan tersebut terkadang tidak dapat melakukannya pada hari dan tanggal yang sama disebabkan perbedaan dalam penetapan awal bulan-bulan tersebut;
  • (b) bahwa keadaan sebagaimana tersebut pada huruf a dapat menimbulkan citra dan dampak negatif terhadap syi’ar dan dakwah Islam;
  • (c) bahwa Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia pada tanggal 22 Syawwal 1424 H/16 Desember 2003 telah menfatwakan tentang penetapan awal bulan Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah, sebagai upaya mengatasi hal di atas;
  • (d) bahwa oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia memandang perlu menetapkan fatwa tentang penetapan awal bulan Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah dimaksud untuk dijadikan pedoman.

Read more »