Hukum Mencocok-cocokkan Waktu Kejadian Gempa dengan Ayat Al-Qur’an

Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh,

Dengan adanya berbagai kejadian bencana gempa di negeri kita tercinta ini, kami kira sudah saatnya bagi kita untuk merenung dengan perenungan yang dalam. Sudah saatnya kita muhasabah…

Dalam hal ini tidak ada JUDGE, apalagi jika Anda katakan dengan memanfaatkan ayat-ayat Al-Quran. Jika Anda cermati ayat-ayat dan hadits yang berkenaan dengan bencana, Anda akan dapatkan banyak peringatan di dalamnya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ0أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ0أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ0أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ0

“Dan jika sekiranya penduduk berbagai negeri mau beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada Mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi Mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) maka Kami menyiksa Mereka dengan apa yang Mereka usahakan. Maka apakah penduduk berbagai negeri merasa aman dari kedatangan siksaan Kami di malam hari di waktu Mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk berbagai negeri merasa aman dari kedatangan siksaan Kami pada waktu dhuha ketika Mereka sedang bermain-main? Atau apakah penduduk berbagai negeri merasa aman dari ancaman azab Allah (yang tanpa diduga-duga) ? Tidaklah yang merasa aman dari ancaman azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raaf: 96-99)

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apa saja yang menimpa kamu, maka adalah dengan sebab usaha tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan mu).” (Q.S. Asy Syura: 30)

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala Mereka melupakan peringatan yang diberikan kepada Mereka, Kami bukakan untuk Mereka semua pintu kesenangan, sehingga saat Mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada Mereka, Kami siksa Mereka dengan secara tiba-tiba, maka ketika itu Mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’aam: 44)

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولا وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا

“Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri.” (Qs. An-Nisaa: 79)

فَكُلا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الأرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar) , dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Qs. Al-Ankabut: 40)

Dan banyak ayat dan hadits lainnya yang mengisyaratkan hal tersebut.

Apakah kita ingin mendustakan ayat dan hadits di atas?

Sangat banyak risalah yang ditulis oleh para ulama tentang gempa bumi dan bencana alam yang semuanya adalah nasehat, peringatan, dan sekaligus kabar gembira bagi orang-orang yang sabar dalam iman dan takwa.

Sekarang, apakah bencana alam yang diakibatkan kesyirikan dan maksiat HANYA akan menimpa golongan ahli syirik dan maksiat saja?

Coba cermati penjelasannya di bawah ini:

Bila Allah menurunkan sebuah azab atas sekelompok umat, Allah tidak akan pilih yang berbuat dosa saja tapi azab tersebut akan menimpa seluruhnya sekalipun orang-orang saleh.

Sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apabila maksiat telah tersebar di tengah-tengah umatku, Allah akan menurunkan azab dari sisi-Nya.” lalu Ummu Salamah bertanya: Ya Rasulullah bukankah di tengah-tengah mereka terdapat orang-orang yang saleh? Jawab Rasulullah: “Ya.” Lalu Ummu Salamah bertanya lagi: “Bagaimana dengan mereka?” Rasulullah menjawab, “Mereka juga ditimpa apa yang menimpa manusia, di akhirat baru mereka mendapat keampunan dan keridhaan dari Allah.” (lihat Majma’ Zawaid: 7/268)

Lalu bagaimana dengan orang-orang kafir yang masih enak-enakan dan tidak ditimpa musibah sedikitpun??

Betapa banyaknya orang kafir yang berumur panjang dan memiliki harta yang berlimpah ruah tapi itu adalah tipuan untuk mereka. Sebenarnya Allah sangat benci kepada mereka oleh sebab itu Allah memanjangkan umur mereka dalam kekafiran, sehingga semakin panjang pula azab yang harus mereka terima. Dan semakin banyak pula nikmat yang harus mereka pertanggung jawabkan, maka berlipat gandalah azab yang harus mereka terima. Allah sebutkan dalam firman-Nya:

وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لأنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu menyangka bahwa Kami menangguhkan (azab) atas Mereka adalah kebaikan untuk mereka, sesungguhnya kami menangguhkan (azab) atas mereka hanyalah supaya dosa Mereka semakin bertambah; dan bagi Mereka azab yang menghinakan. “ (QS. Ali ‘Imran: 178)

Berkaitan dengan gempa di Padang, pada tahun 2005, ustadz Dr. Ali Musri (beliau asli Minangkabau) menuliskan risalah sebagai peringatan kepada orang-orang Minang. Silakan simak artikelnya pada link berikut ini:

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-1.html

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-2.html

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html

Dan ada satu risalah yang sangat bagus, sebagai renungan dan berita gembira bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi bencana dan cobaan yang dideritanya:

http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/seberkas-cahaya-di-tengah-gelapnya-musibah.html

Demikian, mohon maaf atas segala kata-kata yang kurang berkenan.

=================================

Komentar saya mengenai hal ini:

Kembali kepada apa tujuan diturunkannya Al-Qur’an. Apakah Al-Qur’an diturunkan untuk dihitung-hitung dan dicocok-cocokkan seperti itu? tentu saja bukan.

Ayat Al-Qur’an bukan untuk dihitung-hitung atau dicocok-cocokkan dengan suatu kejadian. Namun, Al-Qur’an adalah untuk di baca dan direnungi ayat-ayatnya serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nanti dikhawatirkan orang akan lebih sibuk mencari-cari ayat Al-Qur’an untuk dicocokkan dengan suatu kejadian daripada membaca, mentadabburi dan mengamalkannya.

wallahul musta’an.

wallahu a’lam bish shawwab.

Sumber: Milis Pengusaha Muslim

One Response

  1. Tambahan postingan di atas (dari milis Pengusaha Muslim): Adapun pemaparan ayat-ayat Al-Quran yang dikait-kaitkan dengan waktu (jam dan menit) terjadinya bencana, maka ini TIDAK ADA contoh dan teladan dari para salafus shaleh. Hendaknya kita meninggalkan cara penafsiran Al-Quran dengan cara seperti itu. Cukuplah bagi kita ayat-ayat Al-Quran yang sudah dijelaskandan ditafsirkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya dan ahli ilmu (ulama) setelah mereka. Wallahu a’lam.

    Sumber: Milis Pengusaha Muslim

Leave a Reply