<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berusaha Menyebarkan Ilmu Yang Bermanfaat</title>
	<atom:link href="http://satriabuana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satriabuana.wordpress.com</link>
	<description>Manusia Terbaik Adalah Yang Paling Memberikan Manfaat Kepada Lainnya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2009 16:17:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='satriabuana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d334e0deb857e46f75ae9f9b6f431945?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berusaha Menyebarkan Ilmu Yang Bermanfaat</title>
		<link>http://satriabuana.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Bersemangat Dalam Dakwah</title>
		<link>http://satriabuana.wordpress.com/2009/10/23/bersemangat-dalam-dakwah/</link>
		<comments>http://satriabuana.wordpress.com/2009/10/23/bersemangat-dalam-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 16:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satriabuana.wordpress.com/2009/10/23/bersemangat-dalam-dakwah/</guid>
		<description><![CDATA[Saudara pembaca kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah ta&#8217;ala, sungguh kenikmatan menjadi seorang muslim yang merealisasikan keimanannya kepada Allah ta&#8217;ala adalah sebuah kenikmatan besar, kenikmatan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Kenikmatan menjadi seorang hamba yang sesungguhnya, seorang hamba yang hanya beribadah kepada Allah semata, seorang hamba yang benar-benar meyakini kalau ia akan menemui suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=33&subd=satriabuana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saudara pembaca kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah <em>ta&#8217;ala</em>, sungguh kenikmatan menjadi seorang muslim yang merealisasikan keimanannya kepada Allah ta&#8217;ala adalah sebuah kenikmatan besar, kenikmatan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Kenikmatan menjadi seorang hamba yang sesungguhnya, seorang hamba yang hanya beribadah kepada Allah semata, seorang hamba yang benar-benar meyakini kalau ia akan menemui suatu hari yang tidak akan berguna harta benda dan segala kekayaan yang ia miliki kecuali amalannya yang saleh, kenikmatan menjadi seorang hamba yang merasakan manisnya iman, indahnya menjadi seorang muslim yang hakiki, seorang muslim yang dengan tegas mengatakan, &#8220;Aku adalah seorang muslim.&#8221;</p>
<p>Saudara pembaca yang dimuliakan oleh Allah <em>ta&#8217;ala</em>, sungguh kita sangat butuh bekal yang banyak untuk menempuh perjalanan panjang di akhirat nanti, dan sebaik-baik bekal adalah amalan saleh yang kita lakukan. Amalan yang menjadi sebab Allah menjadikan kita sebagai hambanya yang beruntung. Kemudian pertanyaannya, apa bekal terbaik yang bisa kita siapkan untuk menghadapi hari tersebut? Maka di antara jawabnya bekal dakwah ilallah.</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p><strong>Keutamaan Dakwah</strong><br />
Dalam al-Qur&#8217;an Allah <em>ta&#8217;ala</em> banyak memberikan kita perintah semangat untuk berdakwah, di antaranya Allah ta&#8217;ala berfirman, <em>&#8220;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.&#8221;</em> (QS. An-Nahl: 125). Bahkan Allah ta&#8217;ala menjadikan dakwah adalah sebaik-baik perkataan dalam firman-Nya, <em>&#8220;Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: &#8220;Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?&#8221;</em> (QS. Fushshilat [41]: 33)</p>
<p><strong>Berdakwah Di Atas Ilmu Yang Benar</strong><br />
Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman: <em>&#8220;Katakanlah: &#8216;Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan bashiroh (petunjuk yang nyata), Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik&#8217;.&#8221;</em> (QS. Yusuf [12]: 108). Al-Bashiroh adalah ilmu, seorang yang berdakwah tentunya berlandaskan ilmu yang benar, di atas petunjuk al-Qur&#8217;an, sunah Rasulullah berdasarkan pemahaman para pendahulu kita yang saleh. Karena itulah Imam Bukhari mengatakan, &#8220;Ilmu dahulu sebelum berkata dan beramal.&#8221;</p>
<p><strong>Dakwah Adalah Jalannya Para Rasul</strong><br />
Hal ini sebagaimana di firmankan Allah <em>ta&#8217;ala</em> dalam surat Yusuf di atas, Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk mengatakan kepada manusia bahwa jalan beliau adalah jalan dakwah kepada Allah, agar manusia hanya menyembah kepada-Nya, agar manusia taat kepada-Nya.<br />
Dalam al-Qur&#8217;an Allah <em>ta&#8217;ala</em> banyak mengisahkan tentang perjalanan para nabi dan rasul-Nya dalam berdakwah, di antaranya Allah <em>ta&#8217;ala</em> mengisahkan dakwah yang dilakukan oleh nabiyullah Ibrahim ketika beliau berdakwah kepada ayahnya, <em>&#8220;Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi. Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; &#8220;Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku, Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, Maka ikutilah Aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan yang Maha pemurah, Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan.&#8221;</em> (QS. Maryam [19]: 41-45). Dalam ayat ini Allah <em>ta&#8217;ala</em> mengisahkan perjalanan dakwah nabi Ibrahim ketika beliau berdakwah kepada ayah beliau. Allah mengabadikan dakwah beliau dalam kitab-Nya yang mulia yang menunjukkan betapa mulianya dakwah ini.</p>
<p><strong>Dakwah Menunjukkan Kesempurnaan Iman</strong><br />
Dakwah adalah pekerjaan para nabi dan rasul <em>&#8216;alaihimus salam</em>, dan juga jalannya orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Ketika seorang manusia mengenal siapa dzat yang ia sembah, siapa nabinya, apa agamanya kemudian Allah memberikan karunia kepadanya untuk menempuh jalan hidayah, yaitu berjalan di atas agama yang benar, maka sepantasnya ia menggugah saudaranya yang lain agar bisa merasakan kenikmatan yang besar ini, bukankah keinginan kita agar saudara kita mendapat kebaikan menunjukkan kecintaan kepada saudara kita tersebut?, hal ini juga menunjukkan kita telah merealisasikan iman yang kita miliki. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>&#8220;Kalian tidak beriman (dengan sempurna) sehingga bisa mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana mencintai diri kalian sendiri.&#8221;</em> (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p><strong>Pahala Yang Tidak Terputus</strong><br />
Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>&#8220;Jika seorang manusia mati maka amalannya terputus kecuali tiga perkara, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.&#8221;</em> (HR. Muslim).<br />
Dalam hadits di atas Rasulullah mengabarkan bahwa di antara amalan yang bermanfaat bagi pelakunya meskipun ia telah meninggal adalah ilmu yang ia ajarkan dan ilmu tersebut diamalkan oleh manusia, dan tentunya cara menyebarkan ilmu tersebut dengan berdakwah, dengan mengajarkan ilmu, dengan menulis dan amalan lain yang berkaitan dengan penyebaran ilmu.</p>
<p><strong>Pahala Yang Tidak Terbatas</strong><br />
Rasulullah bersabda, <em>&#8220;Barangsiapa menunjukkan kepada suatu kebaikan maka ia mendapatkan pahala seperti pelaku kebaikan tersebut.&#8221;</em> (HR. Muslim). Rasulullah bersabda, <em>&#8220;Barangsiapa berdakwah menuju kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya dan pahala itu tidak akan mengurangi pahala mereka sedikit pun.&#8221;</em> (HR. Muslim)<br />
Bisa jadi salah satu murid yang kita didik menjadi seorang guru besar kemudian ia banyak mengajarkan ilmu sehingga banyak orang mendapat manfaat dari ilmu tersebut sehingga kita pun mendapat ganjaran pahala, itu salah satu murid, bagaimana jika ada 2 murid, 10 murid 100 murid, berapa pahala yang bisa kita kumpulkan??..<br />
Bisa jadi juga salah satu tulisan yang kita tulis menjadi salah satu rujukan ilmiah dari pembahasan yang bermanfaat, sehingga orang-orang dari tiap generasi bisa mengambil manfaat dari tulisan tersebut, bagaimana jika ada 2 tulisan, 3 tulisan, 10 tulisan? Maka tentu pahalanya akan lebih banyak lagi. Kita bisa melihat contoh dari Imam Bukhari, kaum muslimin tiap generasi mendapat manfaat dari kitab beliau, Shahih Bukhari, maka bisakah kita menghitung betapa banyak pahala yang beliau kumpulkan?<br />
Maka hadits inilah yang menjadikan kita tidak bisa mencapai derajat Rasulullah dan para sahabat beliau, bagaimana kita bisa melebihi mereka, sedangkan apapun amalan yang kita lakukan berasal dari tuntunan Rasulullah melalui para sahabat beliau <em>radhiyallahu &#8216;anhum</em>. Maka sekarang kita juga berusaha meniti jejak mereka dengan cara menyebarkan ilmu, semoga dakwah kita bisa bermanfaat kepada kaum muslimin.</p>
<p><strong>Memperingati Manusia Dari Dakwah Yang Salah</strong><br />
Dakwah kepada tuntunan Rasulullah dan mengingatkan dari dakwah yang tidak sesuai tuntunan beliau (bid&#8217;ah) tidak kalah mulianya, berdasarkan kelanjutan dari hadits di atas di mana Rasulullah bersabda, <em>&#8220;dan barangsiapa berdakwah kepada kejelekan maka ia akan mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya dan dosa tersebut tidak akan mengurangi dosa mereka sedikit pun.&#8221;</em> (HR. Muslim). Seorang yang berdakwah kepada bid&#8217;ah sama saja ia menanam modal dosa, semakin meluas dakwahnya maka semakin banyak dosa yang akan ia dapatkan, maka seruan kepada sunnah dan mengingatkan dari bahayanya bid&#8217;ah adalah dakwah yang tidak kalah penting. Dakwah yang menjaga kemurnian syariat, menyelamatkan umat dari kerusakan. Maka perkataan &#8220;Bid&#8217;ah lagi bid&#8217;ah lagi&#8230; bikin umat berpecah saja..&#8221; adalah penyataan yang tidak tepat, karena dengan peringatan tersebut umat mendapatkan nasihat, umat dapat bersatu di atas sunah (tuntunan Rasulullah). Juga bagi dai penyeru bid&#8217;ah, nasihat ini menjadikannya lebih sedikit &#8220;menanam&#8221; dosa, karena lebih sedikit orang yang mengikutinya. Bisa di bayangkan seandainya seorang dai penyeru bid&#8217;ah diikuti oleh 10 orang, kemudian muridnya tersebut menyebarkan bid&#8217;ah juga kepada 10 orang lagi dan seterusnya&#8230; maka betapa banyak dosa yang ia kumpulkan, <em>laa haula walaa quwwata illa billah</em>.</p>
<p><strong>Sarana Untuk Berdakwah</strong><br />
Pembaca sekalian yang dimuliakan oleh Allah ta&#8217;ala, sungguh medan dakwah sekarang ini terbuka luas, banyak sekali media yang bisa menjadi sarana dakwah bagi kita. Dalam dakwah kita tidak harus menjadi seorang ustadz yang pandai berbicara di depan mimbar, atau seorang penulis handal yang menerbitkan banyak buku-buku agama, akan tetapi dakwah bisa dilakukan dengan banyak hal, bisa dimulai dengan menyebarkan pamflet-pamflet kajian, menulis tulisan ringan tapi padat manfaat di sebuah buletin, majalah ataupun berbagai media massa lainnya, semoga salah satu tulisan kita bisa menjadi sarana bagi seseorang untuk mendapat hidayah.<br />
Sarana berdakwah lain adalah melalui penyediaan sarana, misalnya seorang berkecupan menyisihkan sebagian hartanya untuk dakwah, misalnya menyediakan sarana <a href="http://radiomuslim.com/" target="_blank">radio dakwah</a> yang bisa didengarkan oleh kaum muslimin, di saat kebanyakan kaum muslimin disibukkan dengan berbagai musik dan perkataan sia-sia, mengapa tidak kita buka sarana bagi kaum muslimin untuk mendengarkan pengajian-pengajian bermanfaat atau lantunan ayat-ayat suci al-Qur&#8217;an.</p>
<p><strong>Tidak Menyepelekan Dakwah Walaupun Terlihat Kecil</strong><br />
Wahai saudaraku, janganlah kita menyepelekan dakwah walaupun terlihat sepele, walau mungkin hanya sekedar menyebarkan selembar buletin yang berisi pembahasan iman kepada Allah, sekedar menempelkan pengajian yang berisi kajian tentang akidah yang benar ataupun sekedar menasihati satu dua kata kepada saudara kita yang berbuat kesalahan, bisa jadi dengan hal &#8220;kecil&#8221; tersebut bisa menjadi dakwah bagi saudara kita, apakah kita tidak ingin mendapatkan harta yang berharga, Rasulullah bersabda, <em>&#8220;Jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui perantaraanmu maka itu lebih baik bagimu daripada mendapatkan unta merah (harta paling berharga orang Arab saat itu).&#8221;</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p><strong>Bersabar Dalam Dakwah</strong><br />
Kalau kita melihat perjuangan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah betapa kesabaran beliau dalam menetapi jalan dakwah, beliau dicaci, didustakan, dihina, disakiti, dilukai bahkan hendak dibunuh akan tetapi hal tersebut tidak memundurkan beliau sedikitpun dari jalan dakwah. Akan tetapi Allah lah penolong orang yang berjuang di jalan-Nya.<br />
Allah ta&#8217;ala berfirman, <em>&#8220;Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.&#8221;</em> (QS. Al-Hajj [22]: 40), <em>&#8220;Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap Nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.&#8221;</em> (QS. Al-Furqon [25]: 31)</p>
<p><strong>Istiqomah Di Jalan Dakwah</strong><br />
Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman, <em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: &#8216;Tuhan Kami ialah Allah&#8217; kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: &#8216;Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu&#8217;.&#8221;</em> (QS. Fushshilat [41]: 30)<br />
Sahabat Sufyan bin Abdullah bertanya kepada Rasulullah, &#8220;Wahai Rasulullah, katakan kepadaku suatu perkataan yang aku tidak bertanya kepada seorangpun melainkan engkau, maka Rasulullah menjawab, <em>&#8216;Katakanlah, aku beriman kepada Allah kemudian Istiqomah lah&#8217;</em>.&#8221; (HR. Muslim)<br />
Istiqomah adalah perkara yang didambakan oleh seorang muslim, akan tetapi cobaan-cobaan di dunia sering kali menjauhkan seorang muslim dari agamanya, maka salah satu cara untuk meraih keistiqomahan adalah dengan berdakwah. Dengan berdakwah maka seorang muslim senantiasa memperbarui iman dan semangatnya untuk mengajak orang lain ke jalan Allah, maka dakwah ini di samping bermanfaat bagi orang-orang di sekelilingnya, juga bermanfaat bagi dai tersebut karena ia bisa lebih memperkuat iman yang ia miliki.</p>
<p>Semoga Allah menjadikan hamba-Nya yang senantiasa beramal saleh sebagai bekal kita di akhirat nanti, amin. (Satria Buana)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satriabuana.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satriabuana.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satriabuana.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satriabuana.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satriabuana.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satriabuana.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satriabuana.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satriabuana.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satriabuana.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satriabuana.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=33&subd=satriabuana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satriabuana.wordpress.com/2009/10/23/bersemangat-dalam-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7e7d5028eccd604edfa3701dadb7f2c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Mencocok-cocokkan Waktu Kejadian Gempa dengan Ayat Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://satriabuana.wordpress.com/2009/10/08/hukum-mencocok-cocokkan-waktu-kejadian-gempa-dengan-ayat-al-quran/</link>
		<comments>http://satriabuana.wordpress.com/2009/10/08/hukum-mencocok-cocokkan-waktu-kejadian-gempa-dengan-ayat-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 09:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satriabuana.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum warohmatullah wabarokatuh,
Dengan adanya berbagai kejadian bencana gempa di negeri kita tercinta ini, kami kira sudah saatnya bagi kita untuk merenung dengan perenungan yang dalam. Sudah saatnya kita muhasabah&#8230;
Dalam hal ini tidak ada JUDGE, apalagi jika Anda katakan dengan memanfaatkan ayat-ayat Al-Quran. Jika Anda cermati ayat-ayat dan hadits yang berkenaan dengan bencana, Anda akan dapatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=27&subd=satriabuana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Assalamu&#8217;alaikum warohmatullah wabarokatuh</em>,</p>
<p>Dengan adanya berbagai kejadian bencana gempa di negeri kita tercinta ini, kami kira sudah saatnya bagi kita untuk merenung dengan perenungan yang dalam. Sudah saatnya kita muhasabah&#8230;</p>
<p>Dalam hal ini tidak ada JUDGE, apalagi jika Anda katakan dengan memanfaatkan ayat-ayat Al-Quran. Jika Anda cermati ayat-ayat dan hadits yang berkenaan dengan bencana, Anda akan dapatkan banyak peringatan di dalamnya:</p>
<p><big>وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ0أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ0أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ0أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ0</big></p>
<p><em>&#8220;Dan jika sekiranya penduduk berbagai negeri mau beriman dan bertaqwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada Mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi Mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) maka Kami menyiksa Mereka dengan apa yang Mereka usahakan. Maka apakah penduduk berbagai negeri merasa aman dari kedatangan siksaan Kami di malam hari di waktu Mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk berbagai negeri merasa aman dari kedatangan siksaan Kami pada waktu dhuha ketika Mereka sedang bermain-main? Atau apakah penduduk berbagai negeri merasa aman dari ancaman azab Allah (yang tanpa diduga-duga) ? Tidaklah yang merasa aman dari ancaman azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.&#8221;</em> (QS. Al A&#8217;raaf: 96-99)</p>
<p><span id="more-27"></span></p>
<p><big>وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ</big></p>
<p><em>&#8220;Dan musibah apa saja yang menimpa kamu, maka adalah dengan sebab usaha tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan mu).&#8221;</em> (Q.S. Asy Syura: 30)</p>
<p><big>فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ</big></p>
<p><em>&#8220;Maka tatkala Mereka melupakan peringatan yang diberikan kepada Mereka, Kami bukakan untuk Mereka semua pintu kesenangan, sehingga saat Mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada Mereka, Kami siksa Mereka dengan secara tiba-tiba, maka ketika itu Mereka terdiam berputus asa.&#8221;</em> (QS. Al An&#8217;aam: 44)</p>
<p><big>مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولا وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا</big></p>
<p><em>&#8220;Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri.&#8221;</em> (Qs. An-Nisaa: 79)</p>
<p><big>فَكُلا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الأرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ</big></p>
<p><em>&#8220;Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar) , dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.&#8221;</em> (Qs. Al-Ankabut: 40)</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Dan banyak ayat dan hadits lainnya yang mengisyaratkan hal tersebut.</p>
<p>Apakah kita ingin mendustakan ayat dan hadits di atas?</p>
<p>Sangat banyak risalah yang ditulis oleh para ulama tentang gempa bumi dan bencana alam yang semuanya adalah nasehat, peringatan, dan sekaligus kabar gembira bagi orang-orang yang sabar dalam iman dan takwa.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Sekarang, apakah bencana alam yang diakibatkan kesyirikan dan maksiat HANYA akan menimpa golongan ahli syirik dan maksiat saja?</p>
<p>Coba cermati penjelasannya di bawah ini:</p>
<p>Bila Allah menurunkan sebuah azab atas sekelompok umat, Allah tidak akan pilih yang berbuat dosa saja tapi azab tersebut akan menimpa seluruhnya sekalipun orang-orang saleh.</p>
<p>Sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>: <em>&#8220;Apabila maksiat telah tersebar di tengah-tengah umatku, Allah akan menurunkan azab dari sisi-Nya.&#8221;</em> lalu Ummu Salamah bertanya: Ya Rasulullah bukankah di tengah-tengah mereka terdapat orang-orang yang saleh? Jawab Rasulullah: <em>&#8220;Ya.&#8221;</em> Lalu Ummu Salamah bertanya lagi: &#8220;Bagaimana dengan mereka?&#8221; Rasulullah menjawab, <em>&#8220;Mereka juga ditimpa apa yang menimpa manusia, di akhirat baru mereka mendapat keampunan dan keridhaan dari Allah.&#8221;</em> (lihat <em>Majma&#8217; Zawaid</em>: 7/268)</p>
<p>Lalu bagaimana dengan orang-orang kafir yang masih enak-enakan dan tidak ditimpa musibah sedikitpun??</p>
<p>Betapa banyaknya orang kafir yang berumur panjang dan memiliki harta yang berlimpah ruah tapi itu adalah tipuan untuk mereka. Sebenarnya Allah sangat benci kepada mereka oleh sebab itu Allah memanjangkan umur mereka dalam kekafiran, sehingga semakin panjang pula azab yang harus mereka terima. Dan semakin banyak pula nikmat yang harus mereka pertanggung jawabkan, maka berlipat gandalah azab yang harus mereka terima. Allah sebutkan dalam firman-Nya:</p>
<p><big>وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لأنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ</big></p>
<p><em>&#8220;Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu menyangka bahwa Kami menangguhkan (azab) atas Mereka adalah kebaikan untuk mereka, sesungguhnya kami menangguhkan (azab) atas mereka hanyalah supaya dosa Mereka semakin bertambah; dan bagi Mereka azab yang menghinakan. &#8220;</em> (QS. Ali &#8216;Imran: 178)</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Berkaitan dengan gempa di Padang, pada tahun 2005, ustadz Dr. Ali Musri (beliau asli Minangkabau) menuliskan risalah sebagai peringatan kepada orang-orang Minang. Silakan simak artikelnya pada link berikut ini:</p>
<p><a style="cursor:pointer;color:#3b5998;text-decoration:none;" rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-1.html" target="_blank">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-1.html</a></p>
<p><a style="cursor:pointer;color:#3b5998;text-decoration:none;" rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-2.html" target="_blank">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-2.html</a></p>
<p><a style="cursor:pointer;color:#3b5998;text-decoration:none;" rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html" target="_blank">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/nasihat-dari-bumi-perantauan-kepada-sanak-saudaraku-di-kampung-halaman-3.html</a></p>
<p>Dan ada satu risalah yang sangat bagus, sebagai renungan dan berita gembira bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi bencana dan cobaan yang dideritanya:</p>
<p><a style="cursor:pointer;color:#3b5998;text-decoration:none;" rel="nofollow" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/seberkas-cahaya-di-tengah-gelapnya-musibah.html" target="_blank">http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/seberkas-cahaya-di-tengah-gelapnya-musibah.html</a></p>
<p>&#8230;</p>
<p>Demikian, mohon maaf atas segala kata-kata yang kurang berkenan.</p>
<p>=================================</p>
<p>Komentar saya mengenai hal ini:</p>
<p>Kembali kepada apa tujuan diturunkannya Al-Qur&#8217;an. Apakah Al-Qur&#8217;an diturunkan untuk dihitung-hitung dan dicocok-cocokkan seperti itu? tentu saja bukan.</p>
<p>Ayat Al-Qur&#8217;an bukan untuk dihitung-hitung atau dicocok-cocokkan dengan suatu kejadian. Namun, Al-Qur&#8217;an adalah untuk di baca dan direnungi ayat-ayatnya serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Nanti dikhawatirkan orang akan lebih sibuk mencari-cari ayat Al-Qur&#8217;an untuk dicocokkan dengan suatu kejadian daripada membaca, mentadabburi dan mengamalkannya.</p>
<p><em>wallahul musta&#8217;an.</em></p>
<p><em>wallahu a&#8217;lam bish shawwab.</em></p>
<p>Sumber: Milis Pengusaha Muslim</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satriabuana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satriabuana.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satriabuana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satriabuana.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satriabuana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satriabuana.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satriabuana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satriabuana.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satriabuana.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satriabuana.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=27&subd=satriabuana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satriabuana.wordpress.com/2009/10/08/hukum-mencocok-cocokkan-waktu-kejadian-gempa-dengan-ayat-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7e7d5028eccd604edfa3701dadb7f2c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pandangan MUI Jakarta Utara Tentang Salaf atau Salafi</title>
		<link>http://satriabuana.wordpress.com/2009/04/22/fatwa-mui-jakarta-utara-tentang-salaf-salafi/</link>
		<comments>http://satriabuana.wordpress.com/2009/04/22/fatwa-mui-jakarta-utara-tentang-salaf-salafi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 12:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satriabuana.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian kaum muslimin merasa phobi dengan istilah salaf atau salafi, sebagian mereka mengatakan kalau istilah adalah sesuatu yang diada-adakan dan orang-orang yang menyandarkan dirinya dengan istilah ini adalah orang-orang yang sesat&#8230;
Benarkah pandangan tersebut?
Tentunya pandangan tersebut tidak benar, justru salafi adalah istilah bagi orang-orang yang ingin kembali kepada ajaran islam yang murni, berdasarkan al-Qur&#8217;an dan as-Sunnah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=21&subd=satriabuana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebagian kaum muslimin merasa phobi dengan istilah salaf atau salafi, sebagian mereka mengatakan kalau istilah adalah sesuatu yang diada-adakan dan orang-orang yang menyandarkan dirinya dengan istilah ini adalah orang-orang yang sesat&#8230;</p>
<p>Benarkah pandangan tersebut?</p>
<p>Tentunya pandangan tersebut tidak benar, justru salafi adalah istilah bagi orang-orang yang ingin kembali kepada ajaran islam yang murni, berdasarkan al-Qur&#8217;an dan as-Sunnah atas pemahaman yang benar dari para pendahulu kita yang shalih.</p>
<p>Bahkan MUI pun sudah membenarkan hal tersebut, silakan download fatwa berikut ini:</p>
<p><a href="http://files.muslim.or.id/fatwa/fatwa-mui-tentang-salafi.pdf" target="_blank">Pandangan MUI Jakarta Tentang Salafi</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satriabuana.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satriabuana.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satriabuana.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satriabuana.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satriabuana.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satriabuana.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satriabuana.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satriabuana.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satriabuana.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satriabuana.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=21&subd=satriabuana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satriabuana.wordpress.com/2009/04/22/fatwa-mui-jakarta-utara-tentang-salaf-salafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7e7d5028eccd604edfa3701dadb7f2c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wahai Kaum Muslimin Sadarlah!</title>
		<link>http://satriabuana.wordpress.com/2009/03/21/wahai-kaum-muslimin-sadarlah/</link>
		<comments>http://satriabuana.wordpress.com/2009/03/21/wahai-kaum-muslimin-sadarlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 01:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satriabuana.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Diantara sebab yang paling besar yang merasuk jiwa kaum muslimin adalah  ketidakpedulian mereka terhadap ilmu syar&#8217;i. Mereka merasa cukup dengan apa yang  mereka miliki padahal jikalau mereka mau mengerti tentang kebodohan yang ada  pada diri mereka maka tentunya mereka akan menjerit dengan sekeras-kerasnya.
Allah ta&#8217;ala berfirman dalam rangka memuji orang-orang yang berilmu:
{ يَرْفَعِ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=16&subd=satriabuana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Diantara sebab yang paling besar yang merasuk jiwa kaum muslimin adalah  ketidakpedulian mereka terhadap ilmu syar&#8217;i. Mereka merasa cukup dengan apa yang  mereka miliki padahal jikalau mereka mau mengerti tentang kebodohan yang ada  pada diri mereka maka tentunya mereka akan menjerit dengan sekeras-kerasnya.</p>
<p>Allah <em>ta&#8217;ala</em> berfirman dalam rangka memuji orang-orang yang berilmu:</p>
<p class="arab" align="right">{ يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ  وَالَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ }</p>
<p><em>&#8220;Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu diantara kalian  dengan beberapa derajat  dan Allah maha mengetahui terhadap apa-apa yang kalian  lakukan</em>“ (QS. al-Mujadilah: 11)</p>
<p>Rasulullah bersabda dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim :</p>
<p class="arab" align="right">مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي  الدِّيْنِ</p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang Allah Kehendaki kebaikan pada dirinya maka ia akan  dipahamkan dalam Agamanya&#8221;</em>.</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p>Dari hadits diatas dengan jelas mengungkapkan bahwasanya seseorang itu  dikatakan baik ketika ia paham akan agamanya, yaitu paham tentang Al-Qur&#8217;an dan  As-Sunnah dengan pemahaman yang benar dari pemahaman para pendahulu kita yang  shalih dari para sahabat rasulullah, dan cukuplah seseorang itu dikatakan jelek  ketika ia tidak memahami dien ini walaupun berjubel titel dunia yang  disandangnya.</p>
<p>Al-Imam Ibnul Qayyim mengatakan didalam salah satu risalahnya bahwasanya  ciri-ciri hati yang mati adalah ia tidak merasakan sakitnya luka-luka keburukan,  kemaksiatan, kebodohannya terhadap kebenaran dan akidahnya yang rusak. Sedangkan  hakikat kebodohan tersebut adalah ketika ia tidak mau mencari apa kebenaran  tersebut.</p>
<p>Banyak sekali dampak-dampak buruk yang akan menimpa seorang muslim ketika ia  tidak mau menuntut ilmu syar&#8217;i. Diantaranya adalah perkara yang paling besar  yaitu Tauhid dan lawannya yaitu Syirik. Kaum muslimin tentunya sudah sangat  akrab dengan istilah ini bahwasanya tauhid adalah dakwah pertama yang diajarkan  rasulullah kepada umat ini, akan tetapi apakah hanya dengan mengetahui nama  tauhid saja seseorang sudah dikatakan mengetahui?, tidak, sekali-sekali tidak  bahkan ketika seseorang menganggap ia sudah mengetahui tauhid dengan hanya  mengetahui nama tauhid kemudian tidak mau lagi mempelajari apa hakikat tauhid  tersebut maka itulah orang yang benar-benar bodoh!</p>
<p>Sesungguhnya segala sesuatu itu dinilai dengan hakikatnya,  khamr  hakikatnya adalah sesuatu yang memabukkan, sedikit atau banyak, sehingga  ketika khamr itu dinamai dengan nama wiski, anggur, arak ataupun yang sejenisnya  tetap tidak akan mengubah hakikat khamr itu sendiri sehingga tetaplah hukumnya  haram. Begitupula dengan tauhid, ketika seseorang tidak mengetahui apa itu  hakikat tauhid bahkan tidak mau mengetahui apa itu tauhid maka sesungguhnya ia  telah melemparkan dirinya ke dalam jurang kebinasaan, ia seringkali tidak  mengetahui bahwa banyak sekali dari perbuatannya yang bisa membatalkan  tauhidnya, atau banyak dari perbuatannya yang ternyata merupakan praktek-praktek  kesyirikan.</p>
<p>Bukankah Allah berfirman tentang tujuan penciptaan manusia :</p>
<p class="arab" align="right">وَمَاخَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنسَ  إِلاَّلِيَعْبُدُونِ</p>
<p><em>&#8220;Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah  kepadaku&#8221;</em>. (QS. Adz-Dzariyat : 56), yaitu mentauhidkan-Ku</p>
<p>Dan Allah juga berfirman tentang dosa perbuatan syirik :</p>
<p class="arab" align="right">إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ  مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yang  lebih rendah daripada syirik yang Ia kehendaki</em> <em>&#8220;</em> (QS. an-Nisaa :  48)</p>
<p>Jadi dari sini diketahui betapa penting dan mendesaknya pengetahuan tentang  tauhid dan lawannya, yaitu syirik, karena dengan tauhid inilah pintu pembuka  baginya untuk memasuki surga, dan kebalikannya dengan perbuatan syirik maka  merupakan pintu baginya untuk masuk neraka kekal selama-lamanya.. Dan  pengetahuan di sini bukan hanya pengetahuan nama saja akan tetapi sangat penting  untuk mengetahui hakikatnya. Misalnya adalah yang sering terjadi dimasyarakat  kita yang notabenenya mereka salah memahami hakikat tauhid atau memang tidak mau  belajar, sehingga mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa meminta untuk  mendatangkan manfaat atau menolak mudharat dalam hal yang merupakan kekhususan  bagi Allah harus diminta hanya kepada Allah saja, sehingga jika seseorang  menjadikan perantara untuk meminta hal yang menjadi kekhususan bagi Allah maka  berarti ia telah melakukan perbuatan syirik. Jadi jelaslah bahwa meminta kepada  wali yang telah meninggal, meminta kepada nyi roro kidul, percaya dengan  jimat-jimat merupakan perbuatan syirik yang nyata!!.</p>
<p>Contoh lain adalah dalam masalah akidah kaum muslimin, orang yang tidak mau  belajar maka tentunya ia tidak akan mengetahui akidah yang benar, akidah  shahihah yang berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah dengan pemahaman para  pendahulu kita yang shaleh. Dalam suatu ungkapan disebutkan bahwasanya jika  seseorang tidak menyibukkan dirinya dengan kebenaran maka ia akan di sibukkan  dengan kebatilan, jika ia tidak menyibukkan dirinya dengan amal shaleh maka ia  akan menyibukkan dirinya dengan kemaksiatan. Jika seseorang tidak mengetahui  atau tidak mau mencari akidah yang benar maka sangat besar kemungkinannya untuk  menyimpang dari jalan yang lurus, dan semuanya ini tidak mungkin akan bisa  diketahui kecuali dengan Ilmu.</p>
<p><strong>Maka akhir dari risalah ini terdapat pesan untuk senantiasa menuntut  ilmu dimanapun dan kapanpun kita berada, bersemangat dalam jalan tersebut, sabar  dalam beristiqomah dalam menghadapi gangguan didalamnya, dan sertakan selalu  niat ikhlas karena Allah untuk menghilangkan kebodohan yang ada pada diri kita  dan untuk mencari kebenaran hakiki yang tidak ada keraguan didalamnya.</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satriabuana.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satriabuana.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satriabuana.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satriabuana.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satriabuana.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satriabuana.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satriabuana.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satriabuana.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satriabuana.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satriabuana.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=16&subd=satriabuana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satriabuana.wordpress.com/2009/03/21/wahai-kaum-muslimin-sadarlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7e7d5028eccd604edfa3701dadb7f2c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Memulai Bisnis Sendiri</title>
		<link>http://satriabuana.wordpress.com/2009/02/09/cara-memulai-bisnis-sendiri/</link>
		<comments>http://satriabuana.wordpress.com/2009/02/09/cara-memulai-bisnis-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 06:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satriabuana.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini ana menermukan artikel yang menarik bagi ikhwah sekalian yang ingin memulai bisnis sendiri:
Silakan di simak,
Fadil Basymeleh (PT Zahir Internasional)
Berikut adalah saran dari saya bagi yang ingin menjadi pengusaha muslim dan memulai usaha sendiri :
1. Bangun Motivasi dan Bulatkan Tekad!
Menjadi pengusaha memerlukan tekad yang kuat untuk mengadapi berbagai kesulitan selama mengembangkan usaha, diperlukan tenaga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=12&subd=satriabuana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Berikut ini ana menermukan artikel yang menarik bagi ikhwah sekalian yang ingin memulai bisnis sendiri:<br />
Silakan di simak,</p></blockquote>
<p>Fadil Basymeleh (PT Zahir Internasional)<br />
Berikut adalah saran dari saya bagi yang ingin menjadi pengusaha muslim dan memulai usaha sendiri :</p>
<p><strong>1. Bangun Motivasi dan Bulatkan Tekad!</strong></p>
<p>Menjadi pengusaha memerlukan tekad yang kuat untuk mengadapi berbagai kesulitan selama mengembangkan usaha, diperlukan tenaga extra dan persistensi yang tinggi untuk menembus semak belukar dunia usaha yang gelap dan tajam. Tekad kuat hanya dapat terbentuk jika Anda sudah membangun motivasi dan cita-cita yang besar atau karena keinginan untuk keluar tekanan keadaan yang sulit dan memaksa.</p>
<p><strong>2. Perkuat Tawakkal Kepada Allah <em>ta’ala</em>!</strong></p>
<p>Setelah tekad sudah bulat maka bertawakallah kepada Allah Subhaanahu Wata’aala dengan sebaik-baik tawakkal. Dengan bertawakkal, pikiran menjadi tenang saat bekerja, tidak khawatir akan hal-hal yang belum terjadi, secara penuh pasrahkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah <em>ta’ala</em>.</p>
<p><em>“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”</em> (QS. Ali ‘Imran : 159)</p>
<p>Rezeki merupakan urusan Allah <em>ta’ala</em>, kita hanya diperintahakan untuk berusaha dan berdo’a.</p>
<p><em>“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”</em> (QS. Al ‘Ankabuut : 60)</p>
<p><span id="more-12"></span></p>
<p><strong>3. Saat Merintis Usaha, Jangan Memaksakan Diri untuk Berbisnis Sesuai Gambaran Ideal yang Anda Miliki!</strong></p>
<p>Banyak orang yang menunda-nunda berbisnis karena ide bisnisnya tidak dapat diwujudkan, seperti karena modal tidak mencukupi, tidak sesuai dengan bidang keahlian atau malu karena peluang bisnis yang ada sekarang hanya sekedar bisnis ecek-ecek, tidak keren, dsb. mereka menunggu keajaiban yang tidak kunjung datang, mereka memilih mengabaikan peluang usaha yang telah ada dimana menurut mereka keuntungannya kecil dan tidak menarik, mereka berkhayal untuk mengembangkan bisnis besar atau memperoleh proyek besar tanpa didukung asset dan fasilitas penunjang yang diperlukan.</p>
<p>Kerjakan apa yang Anda mampu untuk mengerjakannya sekarang juga, meskipun Anda merasa peluang bisnis yang ada saat ini kurang menarik namun bersabarlah, boleh jadi suatu hari Anda akan menemukan peluang bisnis baru yang lebih baik dengan sarana bisnis pertama yang telah Anda rintis. Bisa jadi Anda akan menemukan partner bisnis atau pemodal besar yang bersimpati kepada Anda karena kejujuran dan kualitas kerja Anda sekarang. Jalani dulu apa adanya, syukuri apa yang ada, pasti Allah tambah nikmatNya. Just do it!</p>
<p><strong>4. Pilih Bisnis yang Dapat Anda Kuasai dengan Cepat!</strong></p>
<p>Anda dapat memilih bisnis yang ada hubungannya dengan latarbelakang pendidikan atau yang sesuai dengan hobi atau yang dapat dibackup oleh keluarga, teman, dsb. Seperti misalkan Anda diperbolehkan mengambil barang dagangan tapi hutang dulu karena yang punya barang adalah teman sendiri, atau outsourcing pekerjaan cetak buku ke percetakan tapi bayarnya dicicil karena yang punya percetakan adalah paman sendiri, dsb.</p>
<p>Manfaatkan asset apapun yang Anda miliki dan yang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, baik aset fisik maupun aset yang tidak terlihat (intangible aset yang berupa skill, pengalaman kerja, hubungan baik, kepercayaan, jaringan, dsb).</p>
<p>Intinya manfaatkan dulu asset apapun yang kita punya, jangan memikirkan ide bisnis yang kita tidak mempunyai kekuatan apapun disana. Jangan memulai bisnis dengan asset nol.</p>
<p>Sebagai contoh, Anda biasa bekerja sebagai sales disebuah perusahaan kemudian ingin berwiraswasta, meskipun Anda mempunya ide produk yang hebat maka jangan berpikir untuk mengembangkan produk tersebut disaat kita merintis usaha, karena terlalu banyak variabel yang diperlukan untuk sukses dalam sebuah bisnis produksi, kembangkan terlebih dahulu bisnis jasa, pemasaran, konsultan, dsb… hindari bisnis produksi yang memakan biaya besar dalam mengembangkannya, semua ada waktunya, bersabarlah.</p>
<p>Carilah teman yang punya produk yang menarik untuk kita pasarkan atau kita jual dengan merek dan kemasan kita sendiri. Cari dulu pengalaman menjual dan melayani pelanggan baru berpikir produksi, bangun intangible asset baru sebanyak-banyaknya untuk pengembangan produk baru dimasa depan.</p>
<p>Nanti kalau sudah berjalan sekian lama akan terbentuk pola, gambaran yang tepat tentang produk yang cocok untuk dikembangkan sendiri.</p>
<p>Yang paling utama dalam sebuah bisnis adalah memiliki pasar (market), punya merek dan dipercaya orang. Selanjutnya produksi bisa outsourcing. Contohnya : sepatu Nike, pemilik sepatu Nike tidak mempunyai pabrik, tapi mereka mempunyai merek yang kuat dan pasar yang besar. (Saya tidak tahu apa Nike masih seperti itu atau sudah punya pabrik sendiri sekarang).</p>
<p>Juga kebanyakan perusahaan IT hampir sebagian besar outsourcing ke Taiwan, Korea, Malaysia dan Cina untuk produksi notebook dan peralatan elektroniknya. Seperti Apple dengan iPod dan iPhone-nya, kalau kita lihat dibalik produknya akan terbaca “made in china”, tapi mereka bisa berhasil menguasai pasar pemutar MP3 dan nomor dua untuk smartphone.</p>
<p><strong>5. Tentukan Diferensiasi Produk!</strong></p>
<p>Pikirkan produk apa yang kira-kira dapat dijual tanpa banyak persaingan serta belum ada produk lain dengan merek yang kuat yang terhubung kepada produk tersebut. Pelajari apa yang bisa membuat produk atau layanan kita berbeda dengan yang lain. Setidaknya produk kita dikemas berbeda dan pada akhirnya dipersepsi berbeda oleh pelanggan.</p>
<p>Apa yang membuat Apple bisa sukses dengan iPod dan iPhone-nya? Mereka bisa membangun pasar baru yang belum dipikirkan orang lain, mereka membuat inovasi baru, mereka mencari celah2 dimana konsumen belum puas dengan produk yang ada. Mereka membangun kekuatan merek dan loyalitas pelanggan, kebanggaan memakai produk mereka, gengsi dan gaya hidup. Mereka tidak serta merta membuat produk untuk sekedar menyaingi produk lain.</p>
<p>Sebagai contoh, iPhone dikembangkan tahun lalu, disaat ratusan juta orang sudah memiliki handphone, mereka sepertinya sudah terlambat untuk memulai bisnis ini, tapi ternyata iPhone dalam waktu kurang dari dua tahun sudah merajai pasar smartphone, diposisi kedua setelah nokia untuk penjualan smartphone, mengalahkan RIM Blackberry dan Microsoft Smartphone.</p>
<p><strong>6. Pilih Fokus dan Bekerjalah Secara Fokus!</strong></p>
<p>Jangan asal terima proyek, jangan kembangkan banyak produk untuk satu merek yang sama atau mengembangkan banyak bisnis sekaligus disaat Anda merintis usaha. Tujuan dari fokus adalah agar kita semakin ahli dan menguasai bidang usaha yang kita geluti yang pada akhirnya akan terbangun merek yang kuat yang terkait erat dengan satu jenis produk saja dibenak pelanggan (Donat = Dunkin Donut, Burger = McD, Teh Botol = Sosro, Pizza = Pizza Hut, dsb.).</p>
<p>Dana yang terbatas jangan dipecah2 untuk berbagai jenis produk atau banyak usaha. Tanamkan semua sumberdaya untuk menguatkan kekuatan bisnis/produk kita. (Ini mungkin bertentangan dengan pendapat jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang), tapi bagi saya justru telah terbukti, semakin kita fokus dan semakin banyak sumber daya yang kita tanamkan untuk satu jenis produk/jasa, maka hasilnya akan lebih baik.</p>
<p>Lama kelamaan pasar akan punya persepsi yang kuat untuk merek produk kita, karena kita fokus dan mempunyai positioning yang kuat.</p>
<p>Sebagai contoh:<br />
DHL dikenal untuk pengiriman seluruh dunia<br />
FedEX dikenal untuk pengiriman semalam sampai.</p>
<p>Maka mereka yang ingin barangnya terkirim dalam waktu semalam akan mempercayakan pengiriman barangnya kepada FedEX karena FedEx benar-benar berupaya untuk terwujudnya janji semalam sampai, sedangkan mereka yang ingin mengirim barang ke ujung dunia, mereka akan mempercayakannya kepada DHL, karena FedEx tidak mempunyai infrastruktur hingga kepelosok-pelosok negeri yang jauh.</p>
<p><strong>7. Carilah Teman atau Berpartnerlah!</strong></p>
<p>Jangan takut untuk mencari partner atau menggaji karyawan. Jangan berusaha mengerjakan semuanya sendiri. Masing-masing kita mempunyai kelebihan dan kekurangan, carilah teman atau karyawan yang dapat menutupi kelemahan dan kekurangan kita. Agar terbentuk tim yang kuat dalam segala bidang.</p>
<p>Jangan takut tidak dapat menggaji karyawan, rezeki mereka telah diatur oleh Allah Subhaanahu Wata’aala, kita hanya sarana saja. Justru dengan melibatkan orang lain InsyaAllah rezeki kita akan lebih baik dan lebih barokah daripada bekerja sendirian.</p>
<p><strong>8. Perkuat Kesabaran, Ketakwaan dan Tawakkal!</strong></p>
<p>Bersabarlah atas segala kesulitan dan kegagalan yang terjadi, maju terus jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah Ta’ala. Dengan bersabar dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan akan membuat kita semakin matang dalam berusaha dan semakin trampil, seperti layaknya besi baja yang ditempa oleh pandai besi, dipukul-pukul dengan keras, dipanasi dengan api yang membara, sehingga akhirnya menghasilkan pedang yang indah, kuat dan tajam.</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”</em> (QS. Al Baqarah : 153)</p>
<p><em>“Dan bersabarlah kalian sesunguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”</em> (QS. Al Anfal: 46).</p>
<p><em>“Sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran.”</em> Hadits Arba’in no. 19</p>
<p>Hindari perbuatan dosa, karena akan membuat hidup Anda sulit dan rezeki sempit.</p>
<p><em>“Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.”</em> (QS. Yunus : 17)</p>
<p><em>“Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.”</em> (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)</p>
<p><em>“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”</em> (QS. Ath Thalaaq : 2-3)</p>
<p>Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi, hindari merenung hal-hal yang membuat kita jadi takut untuk maju, atau hilang semangat. Setan selalu membisikkan kemelaratan, ketakutan akan kegagalan. Pikirkan hal-hal positif yang dapat membuat kita terus semangat dan antusias. Karena antusiasme kita akan menular kepada karyawan dan kepada colon pelanggan, mereka secara alamiah akan turut antusias membeli produk kita. Sandarkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah dengan bertawakkal kepada-Nya.</p>
<p><em>“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.”</em> (QS. Al Baqarah : 268 )</p>
<p><em>“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”</em> (QS. Ath Thalaaq : 3)</p>
<p>Banyak ayat2 Al-Quran yang menerangkan betapa hebatnya kekuatan sabar, tawakkal dan taqwa itu, jadi jangan ragu lagi, kita orang Islam memiliki sesuatu yang tidak dimiliki non muslim.</p>
<p>Kalau cara berpikir kita terlalu matematis, seolah-olah tidak ada Allah Yang Maha Kaya dan Maha Berkuasa atas Segala Sesuatu, seolah-olah kita sendirilah yang menentukan rezeki kita dan rezeki pegawai dan anak-anak kita, maka bersiap-siaplah untuk gagal dan hidup susah. Tapi kalau kita yakin bahwa kita sebagai manusia hanya dituntut untuk berusaha saja, yakin bahwa rezeki itu urusan Allah Ta’ala, sedangkan kita tetap berusaha dalam ketaatan kepadaNya (bertaqwa), maka jangan heran kalau dalam waktu singkat bisnis anda akan berkembang pesat, InsyaAllah.</p>
<p><strong>9. Berbuat Baiklah dan Tinggalkan Maksiat!</strong></p>
<p>Banyak jalan kebaikan yang dapat melapangkan rezeki dan memudahkan urusan kita, seperti berbuat baik kepada orang tua, menyambung silaturahmi, bersedekah, membantu fakir miskin dan anak yatim dan berbagai ibadah-ibadah wajib dan sunnah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> yang kesemua itu dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita.</p>
<p><em>“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”</em> (QS. Al Baqarah : 261)</p>
<p><em>“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”</em> (QS. Al-Lail : 4 &#8211; 7)</p>
<p><em>“Tiadalah kamu mendapat pertolongan (bantuan) dan rezeki kecuali karena orang-orang yang lemah dari kalangan kamu.”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p><em>“Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa: “Ya Allah, karuniakanlah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdoa: “Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilkannya).”</em> (Mutafaq’alaih)</p>
<p>Jauhi segala perbuatan dosa dan maksiat, karena perbuatan dosa dan maksiat akan membuat hidup kita susah dan rezeki menjadi sempit.</p>
<p><em>“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”</em> (QS. Thaahaa : 124)</p>
<p><em>“Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.”</em> (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)</p>
<p>Jangan berbuat dosa hanya karena mengejar rezeki yang terlambat datang, karena rezeki telah ditentukan dan tidak akan datang dengan sebab dosa. Anda tidak akan mati sebelum rezeki yang telah ditentukan untuk Anda telah Anda terima semuanya.</p>
<p><em>“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.”</em> (QS Saba’ : 39)</p>
<p><em>“Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya.”</em> (HR. Ath-Thabrani)</p>
<p><em>Wallahu a’lam</em>,</p>
<p>Fadil Basymeleh<br />
PT Zahir Internasional</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satriabuana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satriabuana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satriabuana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satriabuana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satriabuana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satriabuana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satriabuana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satriabuana.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satriabuana.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satriabuana.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=12&subd=satriabuana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satriabuana.wordpress.com/2009/02/09/cara-memulai-bisnis-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7e7d5028eccd604edfa3701dadb7f2c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Terhadap Gerakan Hamas</title>
		<link>http://satriabuana.wordpress.com/2009/01/29/sikap-terhadap-gerakan-hamas/</link>
		<comments>http://satriabuana.wordpress.com/2009/01/29/sikap-terhadap-gerakan-hamas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 12:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hamas]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satriabuana.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah kutipan pertanyaan yang di tujukan kepada Ustadz Arifin Bin Badri ketika beliau mengisi kajian &#8220;Ada Apa Antara Yahudi Dan Kaum Muslimin&#8221; menyikapi serangan zionis yahudi terhadap Palestina. Kajian ini diadakan pada tanggal 18 Januari 2008 di Mushola Teknik UGM, Yogyakarta.
Ketika sesi tanya jawab, diantara pertanyaan yang masuk adalah pertanyaan tentang hamas, &#8220;bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=9&subd=satriabuana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut ini adalah kutipan pertanyaan yang di tujukan kepada Ustadz Arifin Bin Badri ketika beliau mengisi kajian &#8220;Ada Apa Antara Yahudi Dan Kaum Muslimin&#8221; menyikapi serangan zionis yahudi terhadap Palestina. Kajian ini diadakan pada tanggal 18 Januari 2008 di Mushola Teknik UGM, Yogyakarta.</p>
<p>Ketika sesi tanya jawab, diantara pertanyaan yang masuk adalah pertanyaan tentang hamas, &#8220;bagaimana Aqidah dan Manhaj HAMAS?&#8221;, maka beliau menjawab dengan jawaban yang lantang, berikut jawaban beliau:</p>
<p><a title="Bagaimana Aqidah dan Manhaj Hamas" href="http://www.salafishare.com/246QHPX85RA3/HQNKAP7.mp3" target="_blank">Bagaimana Aqidah Dan Manhaj Hamas</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satriabuana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satriabuana.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satriabuana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satriabuana.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satriabuana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satriabuana.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satriabuana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satriabuana.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satriabuana.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satriabuana.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=9&subd=satriabuana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satriabuana.wordpress.com/2009/01/29/sikap-terhadap-gerakan-hamas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7e7d5028eccd604edfa3701dadb7f2c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Bahasa Arab</title>
		<link>http://satriabuana.wordpress.com/2008/11/21/keutamaan-bahasa-arab/</link>
		<comments>http://satriabuana.wordpress.com/2008/11/21/keutamaan-bahasa-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 00:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satriabuana.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah ta’ala:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ  تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab,  agar kamu memahaminya.”
Ibnu katsir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=6&subd=satriabuana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah <em>ta’ala</em>:</p>
<p class="arab" align="right">إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ  تَعْقِلُونَ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab,  agar kamu memahaminya.”</em></p>
<p>Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: <em>“Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.”</em> (<em>Tafsir Ibnu Katsir</em>, Tafsir surat  Yusuf).</p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: <em>“Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.”</em> (<em>Iqtidho  Shirotil Mustaqim</em>).</p>
<p>Sungguh sangat menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini, hanya segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. Hal ini memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin tenggelam dalam tujuan dunia yang fana, Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab. Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang bisa diharapkan jika pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan mempelajari bahasa Inggris, kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa Inggris, karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai bahasa Inggris, sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini. Sehingga kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur dimana-mana walaupun dengan biaya yang tak terkira. Namun bagaimana dengan kursus bahasa Arab…??? seandainya mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah <em>ta’ala</em> untuk orang yang menyibukkan diri untuk mencari keridhoanNya, serta yakin akan kenikmatan surga dengan kekekalannya, niscaya mereka akan berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab. Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami agama-Nya.</p>
<p>Kenyataan ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Tapi yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa arab. Seyogyanya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa Arab.</p>
<p>Syaikh Utsaimin pernah ditanya: <em>“Bolehkah seorang penuntut ilmu  mempelajari bahasa Inggris untuk membantu dakwah ?”</em> Beliau menjawab:  <em>“Aku berpendapat, mempelajari bahasa Inggris tidak diragukan lagi merupakan sebuah sarana. Bahasa Inggris menjadi sarana yang baik jika digunakan untuk tujuan yang baik, dan akan menjadi jelek jika digunakan untuk tujuan yang jelek. Namun yang harus dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab karena hal itu tidak boleh. Aku mendengar sebagian orang bodoh berbicara dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, bahkan sebagian mereka yang tertipu lagi mengekor (meniru-niru), mengajarkan anak-anak mereka ucapan “selamat berpisah” bukan dengan bahasa kaum muslimin. Mereka mengajarkan anak-anak mereka berkata “bye-bye” ketika akan berpisah dan yang semisalnya. Mengganti bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an dan bahasa yang paling mulia, dengan bahasa Inggris adalah haram. Adapun menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana untuk berdakwah maka tidak diragukan lagi kebolehannya bahwa kadang-kadang hal itu bisa menjadi wajib. Walaupun aku tidak mempelajari bahasa Inggris namun aku berangan-angan mempelajarinya. terkadang aku merasa sangat perlu bahasa Inggris karena penterjemah tidak mungkin bisa mengungkapkan apa yang ada di hatiku secara sempurna.”</em> (<em>Kitabul ‘Ilmi</em>).</p>
<p>Dan termasuk hal yang sangat menyedihkan, didapati seorang muslim begitu bangga jika bisa berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai bahasa Arab dia tidak tahu?? Kalau keadaannya sudah seperti ini bagaimana bisa diharapkan Islam maju dan jaya seperti dahulu. Bagaimana mungkin mereka bisa memahami syari’at dengan benar kalau mereka sama sekali tidak mengerti bahasa Arab…???</p>
<p><strong>Hukum Orang Yang Mampu Berbahasa Arab Namun Berbicara Menggunakan  Bahasa Selain Bahasa Arab</strong></p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: <em>“Dibenci seseorang berbicara dengan bahasa selain bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan syiar Islam dan kaum muslimin. Bahasa merupakan syiar terbesar umat-umat, karena dengan bahasa dapat diketahui ciri khas masing-masing umat.”</em> (<em>Iqtidho Shirotil  Mustaqim</em>).</p>
<p>Asy-Syafi’iy berkata sebagaimana diriwayatkan As-Silafi dengan sanadnya sampai kepada Muhammad bin Abdullah bin Al Hakam, beliau berkata: <em>“Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy-syafi’iy berkata: “Allah menamakan orang-orang yang mencari karunia Allah melalui jual beli (berdagang) dengan nama tu’jar (tujjar dalam bahasa Arab artinya para pedagang-pent), kemudian Rosululloh juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah telah berikan, yaitu (tujjar) dengan bahasa arab. Sedangkan “samasiroh” adalah penamaan dengan bahasa `ajam (selain arab). Maka kami tidak menyukai seseorang yang mengerti bahasa arab menamai para pedagang kecuali dengan nama tujjar dan janganlah orang tersebut berbahasa Arab lalu dia menamakan sesuatu (apapun juga-pent) dengan bahasa `ajam. Hal ini karena bahasa Arab adalah bahasa yang telah dipilih oleh Allah, sehingga Allah menurunkan kitab-Nya yang dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab merupakan bahasa penutup para Nabi, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kami katakan seyogyanya setiap orang yang mampu belajar bahasa Arab mempelajarinya, karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling pantas dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang lain. Imam Syafi’iy membenci orang yang mampu berbahasa Arab namun dia tidak berbahasa Arab atau dia berbahasa Arab namun mencampurinya dengan bahasa `ajam.”</em> (<em>Iqtidho Shirotil Mustaqim</em>).</p>
<p>Abu Bakar bin ‘Ali Syaibah meriwayatkan dalam <em>Al Mushanaf</em>: <em>“Dari Umar bin Khattab, beliau berkata: Tidaklah seorang belajar bahasa Persia kecuali menipu, tidaklah seseorang menipu kecuali berkurang kehormatannya. Dan Atho’ (seorang tabi’in) berkata: Janganlah kamu belajar bahasa-bahasa ajam dan janganlah karnu masuk gereja &#8211; gereja mereka karena sesungguhnya Allah menimpakan kemurkaan-Nya kepada mereka, (Iqtidho Shirotil Mustaqim). Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad berkata: “Tanda keimanan pada orang ‘ajam (non arab) adalah cintanya terhadap bahasa arab.” Dan adapun membiasakan berkomunikasi dengan bahasa selain Arab, yang mana bahasa Arab merupakan syi’ar Islam dan bahasa Al-Qur’an, sehingga bahasa selain arab menjadi kebiasaan bagi penduduk suatu daerah, keluarga, seseorang dengan sahabatnya, para pedagang atau para pejabat atau bagi para karyawan atau para ahli fikih, maka tidak disangsikan lagi hal ini dibenci. Karena sesungguhnya hal itu termasuk tasyabuh (menyerupai) dengan orang `ajam dan itu hukumnya makruh.”</em> (<em>Iqtidho  Shirotil Mustaqim</em>).</p>
<p>Khurasan, yang penduduk kedua kota tersebut berbahasa Persia serta menduduki Maghrib, yang penduduknya berbahasa Barbar, maka kaum muslimin membiasakan penduduk kota tersebut untuk berbahasa Arab, hingga seluruh penduduk kota tersebut berbahasa Arab, baik muslimnya maupun kafirnya. Demikianlah Khurasan dahulu kala. Namun kemudian mereka menyepelekan bahasa Arab, dan mereka kembali membiasakan bahasa Persia sehingga akhirnya menjadi bahasa mereka. Dan mayoritas mereka pun menjauhi bahasa Arab. Tidak disangsikan lagi bahwa hal ini adalah makruh. (<em>Iqtidho Shirotil Mustaqim</em>).</p>
<p><strong>Pengaruh Bahasa Arab Dalam Kehidupan</strong></p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: <em>“Merupakan metode yang baik adalah membiasakan berkomunikasi dengan bahasa Arab hingga anak kecil sekalipun dilatih berbahasa Arab di rumah dan di kantor, hingga nampaklah syi’ar Islam dan kaum muslimin. Hal ini mempermudah kaum muslimin urituk memahami makna Al-Kitab dan As-Sunnah serta perkataan para salafush shalih. Lain halnya dengan orang yang terbiasa berbicara dengan satu bahasa lalu ingin pindah ke bahasa lain maka hal itu sangat sulit baginya. Dan ketahuilah…!!! membiasakan berbahasa Arab sangat berpengaruh terhadap akal, akhlak dan agama. Juga sangat berpengaruh dalam usaha mencontoh mereka dan memberi dampak positif terhadap akal, agama dan tingkah laku.”</em> (<em>Iqtidho Shirotil Mustaqim</em>).</p>
<p>Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, akhlak, agama. Orang yang pandai bahasa Arab cenderung senang membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga membaca dan menghafal Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah. Sehingga hal ini bisa memperbagus akhlak dan agamanya. Berbeda dengan orang yang pandai berbahasa Inggris (namun tanpa dibekali dengan ilmu agama yang baik), dia cenderung senang membaca buku berbahasa Inggris yang jelas kebanyakannya merupakan karya orang kafir. Sehingga mulailah ia mempelajari kehidupan orang kafir sedikit demi sedikit. Mau tidak mau iapun harus mempelajari cara pengucapan dan percakapan yang benar melalui mereka, agar dia bisa memperbagus bahasa Inggrisnya. Bisa jadi akhirnya ia pun senang mempelajari dan menghafal lagu-lagu berbahasa Inggris (yang kebanyakan isinya berisi maksiat) dan tanpa sadar diapun mengidolakan artis atau tokoh barat serta senang mengikuti gaya-gaya mereka. Akhlaknya pun mulai meniru akhlak orang barat (orang kafir), dan mengagungkan orang kafir serta takjub pada kehebatan mereka. Akhirnya, diapun terjatuh dalam tasyabbuh (meniru-niru) terhadap orang kafir, menganggap kaum muslimin terbelakang dan ujung-ujungnya dia lalai dari mempelajari Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa  sallam</em>.</p>
<p><strong>Hukum Mempelajari Bahasa Arab</strong></p>
<p>Syaikhul Islam Berkata: <em>“Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa difahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah:</em></p>
<p class="arab" align="right">مَا لاَ يَتِمٌّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ  وَاجِبٌ</p>
<p><em>“Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga  hukumnya wajib.”</em></p>
<p><em>Namun disana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada yang wajib kifayah. Dan hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Umar bin Yazid, beliau berkata: Umar bin Khattab menulis kepada Abu Musa Al-Asy’ari (yang isinya) “…Pelajarilah As-Sunnah, pelajarilah bahasa Arab dan I’roblah Al-Qur’an karena Al-Qur’an itu berbahasa Arab.”</em></p>
<p><em>Dan pada riwayat lain, Beliau (Umar bin Khattab) berkata: “Pelajarilah bahasa Arab sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian, dan belajarlah faroidh (ilmu waris) karena sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian.”</em> (<em>Iqtidho Shirotil Mustaqim</em>).</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap permasalahan agama.</p>
<p>Sungguh sangat ironis dan menyedihkan, sekolah-sekolah dinegeri kita, bahasa Arab tersisihkan oleh bahasa-bahasa lain, padahal mayoritas penduduk negeri kita adalah beragama Islam, sehingga keadaan kaum muslimin dinegeri ini jauh dari tuntunan Allah <em>ta’ala</em> dan Rasul-Nya.</p>
<p>Maka seyogyanya anda sekalian wahai penebar kebaikan… mempunyai andil dan peran dalam memasyarakatkan serta menyadarkan segenap lapisan masyarakat akan pentingya bahasa Al Qur’an ini, dengan segala kemampuan yang dimiliki, semoga Allah menolong kaum muslimin dan mengembalikan mereka kepada ajaran Rasul-Nya yang shohih. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah <em>ta’ala</em>. Segala puji hanyalah bagi Allah Tuhan semesta alam.</p>
<p>***</p>
<p>Penyusun: <a href="http://badar.muslim.or.id">Tim Bahasa Arab Online</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satriabuana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satriabuana.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satriabuana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satriabuana.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satriabuana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satriabuana.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satriabuana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satriabuana.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satriabuana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satriabuana.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=6&subd=satriabuana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satriabuana.wordpress.com/2008/11/21/keutamaan-bahasa-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7e7d5028eccd604edfa3701dadb7f2c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEPUTUSAN FATWA MUI</title>
		<link>http://satriabuana.wordpress.com/2007/10/17/keputusan-fatwa-mui/</link>
		<comments>http://satriabuana.wordpress.com/2007/10/17/keputusan-fatwa-mui/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 09:08:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Satria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satriabuana.wordpress.com/2007/10/17/keputusan-fatwa-mui/</guid>
		<description><![CDATA[KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Nomor 2 Tahun 2004
Tentang
PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH
Majelis Ulama Indonesia,
MENIMBANG:

(a) bahwa umat Islam Indonesia dalam melaksanakan puasa Ramadan, salat Idul Fitr dan Idul Adha, serta ibadah-ibadah lain yang terkait dengan ketiga bulan tersebut terkadang tidak dapat melakukannya pada hari dan tanggal yang sama disebabkan perbedaan dalam penetapan awal bulan-bulan tersebut;
(b) bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=3&subd=satriabuana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>KEPUTUSAN FATWA<br />
MAJELIS ULAMA INDONESIA<br />
Nomor 2 Tahun 2004<br />
Tentang<br />
PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH</strong></p>
<p><strong>Majelis Ulama Indonesia</strong>,</p>
<p><strong>MENIMBANG:</strong></p>
<ul>
<li>(a) bahwa umat Islam Indonesia dalam melaksanakan puasa Ramadan, salat Idul Fitr dan Idul Adha, serta ibadah-ibadah lain yang terkait dengan ketiga bulan tersebut terkadang tidak dapat melakukannya pada hari dan tanggal yang sama disebabkan perbedaan dalam penetapan awal bulan-bulan tersebut;</li>
<li>(b) bahwa keadaan sebagaimana tersebut pada huruf a dapat menimbulkan citra dan dampak negatif terhadap syi’ar dan dakwah Islam;</li>
<li>(c) bahwa Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia pada tanggal 22 Syawwal 1424 H/16 Desember 2003 telah menfatwakan tentang penetapan awal bulan Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah, sebagai upaya mengatasi hal di atas;</li>
<li>(d) bahwa oleh karena itu, Majelis Ulama Indonesia memandang perlu menetapkan fatwa tentang penetapan awal bulan Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah dimaksud untuk dijadikan pedoman.</li>
</ul>
<p><span id="more-3"></span><br />
<strong>MENGINGAT:</strong></p>
<p>1. Firman Allah SWT, antara lain :</p>
<ul>
<li>(QS Yunus [10]: 5) : Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu…</li>
<li>(QS. an-Nisa&#8217; [4]: 59) : Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul dan ulil-amri di antara kamu.</li>
</ul>
<p>2. Hadis-hadis Nabi s.a.w., antara lain :</p>
<ul>
<li>(H.R. Bukhari Muslim dari Ibnu Umar) : &#8220;Janganlah kamu berpuasa (Ramadhan) sehingga melihat tanggal (satu Ramadhan) dan janganlah berbuka (mengakhiri puasa Ramadhan) sehingga melihat tanggal (satu Syawwal). Jika dihalangi oleh awan/mendung maka kira-kirakanlah&#8221;.</li>
<li>(Bukhari Muslim dari Abu Hurairah) : &#8220;Berpuasalah (Ramadhan) karena melihat tanggal (satu Ramadhan). Dan berbukalah (mengakhiri puasa Ramadhan) karena melihat tanggal (satu Syawwal). Apabila kamu terhalangi, sehingga tidak dapat melihatnya maka sempurnakanlah bilangan Sya&#8217;ban tiga puluh hari&#8221;.</li>
<li>(H.R. Bukhari dari Irbadh bin Sariyah) : &#8220;Wajib bagi kalian untuk taat (kepada pemimpin), meskipun yang memimpin kalian itu seorang hamba sahaya Habsyi&#8221;.</li>
</ul>
<p>3. Qa’idah fiqh: &#8220;Keputusan pemerintah itu mengikat (wajib dipatuhi) dan menghilangkan silang pendapat&#8221;.</p>
<p><strong>MEMPERHATIKAN:</strong></p>
<ol>
<li>Pendapat para ulama ahli fiqh; antara lain pendapat Imam al-Syarwani dalam Hasyiyah al-Syarwani.</li>
<li>Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tentang penetapan awal bulan Ramadhan, Syawwal, dan Dzulhijjah, tanggal 22 Syawwal 1424/16 Desember 2003.</li>
<li>Keputusan Rapat Komisi Fatwa MUI, tanggal 05 Dzulhijjah 1424/24 Januari 2004.</li>
</ol>
<p>Dengan memohon ridha Allah SWT</p>
<p>MEMUTUSKAN<br />
MENETAPKAN : FATWA TENTANG PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH</p>
<p>Pertama : <strong>Fatwa</strong></p>
<ol>
<li>Penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode ru&#8217;yah dan hisab oleh Pemerintah RI cq Menteri Agama dan berlaku secara nasional.</li>
<li>Seluruh umat Islam di Indonesia <strong>wajib menaati ketetapan Pemerintah RI</strong> tentang penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.</li>
<li>Dalam menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, Menteri Agama wajib berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia, ormas-ormas Islam dan Instansi terkait.</li>
<li>Hasil rukyat dari daerah yang memungkinkan hilal dirukyat walaupun di luar wilayah Indonesia yang mathla’nya sama dengan Indonesia dapat dijadikan pedoman oleh Menteri Agama RI.</li>
</ol>
<p>Kedua : <strong>Rekomendasi</strong><br />
Agar Majelis Ulama Indonesia mengusahakan adanya kriteria penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah untuk dijadikan pedoman oleh Menteri Agama dengan membahasnya bersama ormas-ormas Islam dan para ahli terkait.</p>
<p>Ditetapkan di : Jakarta, 05 Dzulhijjah 1424 H / 24 Januari 2004 M</p>
<p>MAJELIS ULAMA INDONESIA,<br />
KOMISI FATWA,</p>
<p>Ketua: KH. Ma’ruf Amin     Sekretaris: Hasanudin</p>
<p>Sumber : Fatwa Majelis Ulama Indonesia</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/satriabuana.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/satriabuana.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/satriabuana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/satriabuana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/satriabuana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/satriabuana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/satriabuana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/satriabuana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/satriabuana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/satriabuana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/satriabuana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/satriabuana.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=satriabuana.wordpress.com&blog=1309772&post=3&subd=satriabuana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satriabuana.wordpress.com/2007/10/17/keputusan-fatwa-mui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a7e7d5028eccd604edfa3701dadb7f2c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">satria</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>